Cara Menghitung Kebutuhan Penyimpanan CCTV: Panduan Lengkap
Salah menghitung penyimpanan CCTV adalah salah satu kesalahan paling mahal dalam desain sistem pengawasan. Jika terlalu kecil, Anda kehilangan rekaman penting bahkan sebelum insiden diketahui. Jika terlalu besar, Anda membuang ribuan dolar untuk perangkat keras yang tidak pernah terpakai. Panduan ini memberikan rumus yang tepat, tabel referensi, dan strategi perencanaan untuk menghitung kebutuhan penyimpanan CCTV secara akurat untuk instalasi apa pun, mulai dari toko dengan 4 kamera hingga kampus enterprise dengan 200 kamera.
Daftar Isi
Memahami Dasar-dasar Penyimpanan CCTV
Sebelum melakukan perhitungan apa pun, Anda perlu memahami tiga faktor yang menentukan seberapa besar penyimpanan yang digunakan oleh sistem CCTV: bitrate, codec kompresi, dan resolusi. Ketiga variabel ini saling memengaruhi, dan kesalahan pada salah satunya saja akan membuat seluruh estimasi penyimpanan Anda meleset.
Bitrate adalah jumlah data yang dihasilkan kamera per detik, diukur dalam megabit per detik (Mbps) atau kilobit per detik (Kbps). Kamera yang melakukan streaming pada 4 Mbps menghasilkan 4 megabit data setiap detik, yang setara dengan sekitar 1,7 GB per jam atau 42 GB per hari untuk perekaman kontinu. Bitrate adalah angka terpenting dalam perhitungan penyimpanan karena secara langsung menentukan volume data. Kamera dengan resolusi lebih tinggi, frame rate lebih cepat, atau adegan dengan lebih banyak gerakan semuanya menghasilkan bitrate yang lebih tinggi.
Kompresi adalah cara kamera mengodekan data video untuk memperkecil ukuran file. Dua codec yang dominan dalam sistem pengawasan adalah H.264 dan H.265 (juga disebut HEVC). H.264 telah menjadi standar industri selama lebih dari satu dekade dan didukung oleh hampir semua NVR dan VMS di pasaran. H.265 adalah standar yang lebih baru yang menghasilkan kualitas gambar yang sama dengan bitrate 30 hingga 50 persen lebih rendah dibandingkan H.264. Untuk sistem 16 kamera yang berjalan selama 30 hari, selisih antara H.264 dan H.265 dengan mudah dapat mencapai 15 hingga 25 TB penyimpanan, yang berarti satu atau dua hard drive lebih sedikit dan penghematan biaya yang signifikan.
Resolusi menentukan jumlah detail dalam setiap frame, yang secara langsung memengaruhi bitrate. Kamera 4K (8MP) menghasilkan data sekitar empat kali lipat dibandingkan kamera 1080p (2MP) pada frame rate dan tingkat kompresi yang sama. Resolusi yang lebih tinggi berarti gambar yang lebih tajam dan kemampuan zoom yang lebih baik saat pemutaran ulang, tetapi juga berarti kebutuhan penyimpanan yang jauh lebih besar. Keputusan mengenai resolusi harus didasarkan pada tujuan pengawasan untuk setiap posisi kamera, karena tidak setiap kamera perlu beresolusi 4K.
Frame rate juga berperan. Sebagian besar sistem pengawasan merekam pada 15 fps (frame per detik) sebagai keseimbangan antara video yang mulus dan efisiensi penyimpanan. Menaikkannya ke 25 atau 30 fps menghasilkan rekaman yang lebih mulus, tetapi meningkatkan kebutuhan penyimpanan sebesar 67 hingga 100 persen. Untuk sebagian besar aplikasi keamanan, 15 fps sudah memadai. Pemantauan lalu lintas dan adegan dengan gerakan cepat dapat memperoleh manfaat dari 25 fps, sedangkan adegan statis seperti lorong atau gudang sering kali dapat diturunkan ke 10 fps tanpa kehilangan detail penting.
Rumus Perhitungan Penyimpanan
Rumus dasar untuk menghitung penyimpanan CCTV cukup sederhana. Setelah Anda mengetahui bitrate setiap kamera, sisanya hanyalah aritmetika.
Rumusnya
Storage (GB) = Bitrate (Mbps) x 0.125 x 3600 x Hours per Day x Days x Number of Cameras / 1000
Penjabarannya: kalikan bitrate dalam Mbps dengan 0,125 untuk mengubahnya menjadi megabyte per detik. Kalikan dengan 3600 untuk mendapatkan megabyte per jam. Kalikan dengan jumlah jam perekaman per hari (24 untuk perekaman kontinu). Kalikan dengan jumlah hari retensi. Kalikan dengan jumlah kamera. Bagi dengan 1000 untuk mengubah MB menjadi GB.
Versi yang disederhanakan: versi ini mengasumsikan perekaman kontinu 24 jam dan memberikan hasil dalam terabyte.
Contoh 1: Toko Ritel Kecil
8 kamera, resolusi 4MP, kompresi H.265, 15 fps, retensi 30 hari, perekaman kontinu.
Bitrate tipikal untuk 4MP H.265 pada 15 fps: sekitar 3 Mbps per kamera.
Penyimpanan = 3 Mbps x 0,0108 x 30 hari x 8 kamera = 7,78 TB
Dengan overhead RAID 5 (satu drive untuk paritas dalam array 4 drive): diperlukan kapasitas raw sekitar 10,4 TB, yang muat di NVR 4-bay dengan 4 x 4 TB drive pengawasan.
Contoh 2: Gedung Perkantoran
32 kamera, resolusi campuran (16 x 2MP + 16 x 4MP), H.265, 15 fps, retensi 60 hari, perekaman 12 jam/hari (jam kerja + waktu cadangan).
Bitrate 2MP H.265: sekitar 2 Mbps. Bitrate 4MP H.265: sekitar 3 Mbps.
Penyimpanan untuk kamera 2MP = 2 x 0,0108 x 60 x 16 x 0,5 (12 jam/24 jam) = 10,37 TB
Penyimpanan untuk kamera 4MP = 3 x 0,0108 x 60 x 16 x 0,5 = 15,55 TB
Total: 25,92 TB kapasitas efektif, sekitar 34,6 TB kapasitas raw dengan RAID 5.
Contoh 3: Kampus Besar
128 kamera, rata-rata 4MP, H.265, 15 fps, retensi 90 hari, perekaman kontinu.
Penyimpanan = 3 x 0,0108 x 90 x 128 = 373,25 TB
Penyimpanan sebesar ini memerlukan server NVR kelas enterprise atau array penyimpanan khusus. Dengan overhead RAID 6, siapkan anggaran untuk kapasitas raw sekitar 450+ TB.
Tabel Referensi Resolusi dan Bitrate
Tabel berikut menyajikan nilai bitrate tipikal untuk resolusi kamera pengawasan yang umum pada 15 fps, baik dengan kompresi H.264 maupun H.265. Nilai-nilai ini merupakan rata-rata untuk adegan dengan gerakan sedang. Adegan dengan banyak gerakan (persimpangan ramai, pintu masuk toko ritel) dapat menghasilkan bitrate 20 hingga 40 persen lebih tinggi, sedangkan adegan statis (lorong, gudang) dapat menghasilkan bitrate 20 hingga 30 persen lebih rendah.
| Resolusi | Megapiksel | Bitrate H.264 | Bitrate H.265 | H.264 GB/Hari | H.265 GB/Hari |
|---|---|---|---|---|---|
| 1920 x 1080 | 2MP | 3-4 Mbps | 1.5-2 Mbps | 32-43 GB | 16-22 GB |
| 2560 x 1440 | 4MP | 5-6 Mbps | 2.5-3 Mbps | 54-65 GB | 27-32 GB |
| 2592 x 1944 | 5MP | 6-8 Mbps | 3-4 Mbps | 65-86 GB | 32-43 GB |
| 3840 x 2160 | 8MP (4K) | 10-16 Mbps | 5-8 Mbps | 108-173 GB | 54-86 GB |
| 4000 x 3000 | 12MP | 16-24 Mbps | 8-12 Mbps | 173-259 GB | 86-130 GB |
Nilai-nilai ini mengasumsikan encoding constant bitrate (CBR) pada 15 fps. Encoding variable bitrate (VBR) akan menghasilkan konsumsi penyimpanan rata-rata yang lebih rendah, tetapi dengan puncak yang lebih tinggi selama periode sibuk. Saat menentukan kapasitas penyimpanan dengan VBR, gunakan nilai bitrate puncak untuk perencanaan kapasitas agar Anda tidak pernah kehabisan ruang selama periode aktivitas tinggi.
Perencanaan Periode Retensi
Periode retensi, yaitu berapa hari rekaman disimpan sebelum ditimpa, sering kali ditentukan oleh regulasi industri, persyaratan asuransi, atau kebijakan keamanan internal, bukan oleh preferensi teknis. Memilih periode retensi yang salah dapat berujung pada denda regulasi atau ketidakmampuan menyelidiki insiden yang baru diketahui setelah rekamannya tertimpa.
| Industri | Retensi Tipikal | Catatan Regulasi |
|---|---|---|
| Ritel | 30 hari | Mencakup siklus audit inventaris yang umum; beberapa peritel memperpanjangnya hingga 60 hari untuk lokasi dengan tingkat penyusutan stok tinggi |
| Perbankan / Keuangan | 90 hari | Persyaratan regulasi berbeda menurut yurisdiksi; kamera ATM dan brankas sering kali memerlukan 90+ hari |
| Pemerintahan / Infrastruktur Kritis | 180 hari | Gedung federal, fasilitas utilitas, dan instalasi pertahanan sering mewajibkan 6 bulan hingga 1 tahun |
| Layanan Kesehatan | 30-90 hari | HIPAA tidak menetapkan retensi CCTV, tetapi fasilitas biasanya menyesuaikannya dengan tenggat pelaporan insiden |
| Pendidikan | 30-60 hari | Distrik sekolah sering mengikuti pedoman khusus negara bagian; beberapa negara bagian mewajibkan minimal 30 hari |
| Perhotelan | 30-45 hari | Hotel dan kasino; kasino sering menyimpan rekaman area permainan selama 30+ hari sesuai aturan komisi perjudian |
| Transportasi | 30-90 hari | Bandara, stasiun kereta, dan terminal bus; TSA dan otoritas transportasi setempat menetapkan persyaratannya |
Saat merencanakan retensi, selalu tambahkan cadangan 10 hingga 15 persen di atas persyaratan minimum Anda. Jika regulasi mewajibkan 30 hari, rancanglah untuk 34 hingga 35 hari. Cadangan ini memperhitungkan perbedaan waktu dalam cara NVR menghitung retensi, overhead sistem file, serta jeda antara saat rekaman seharusnya kedaluwarsa dan saat sistem benar-benar menimpanya. Beroperasi tepat pada kapasitas minimum berarti setiap lonjakan bitrate sementara (periode liburan yang ramai, cuaca tidak biasa yang memicu lebih banyak gerakan) dapat menyebabkan rekaman tertua tertimpa sebelum jangka waktu retensi yang diwajibkan berakhir.
Pertimbangkan untuk menggunakan retensi bertingkat pada sistem besar. Kamera penting, seperti di pintu masuk, POS, dan ruang kas, dapat menyimpan rekaman selama 90 hari, sedangkan kamera lorong dan area parkir menyimpan rekaman selama 30 hari. Pendekatan ini dapat mengurangi total kebutuhan penyimpanan sebesar 30 hingga 40 persen dibandingkan menerapkan periode retensi terpanjang secara seragam pada semua kamera. Sebagian besar platform NVR dan VMS mendukung pengaturan retensi per kamera atau per grup.
RAID dan Redundansi
Hard drive pasti bisa rusak. Dalam sistem pengawasan yang berjalan 24/7 dengan operasi tulis yang terus-menerus, kegagalan drive bukan soal apakah akan terjadi, melainkan kapan. RAID (Redundant Array of Independent Disks) melindungi rekaman Anda dengan mendistribusikan data ke beberapa drive sehingga hilangnya satu atau dua drive tidak mengakibatkan kehilangan data. Memilih level RAID yang tepat adalah bagian penting dari perencanaan penyimpanan karena overhead RAID mengurangi kapasitas efektif Anda.
RAID 5: Satu Drive Paritas
RAID 5 menyebarkan data (striping) ke semua drive dan menggunakan kapasitas setara satu drive untuk data paritas. Konfigurasi ini dapat bertahan dari kegagalan satu drive mana pun tanpa kehilangan data. Kapasitas efektifnya adalah (N-1) x ukuran drive, dengan N adalah jumlah drive. Sebagai contoh, empat drive 8 TB dalam RAID 5 menyediakan 24 TB penyimpanan efektif (3 x 8 TB). RAID 5 adalah konfigurasi paling umum untuk sistem pengawasan kecil hingga menengah (hingga 32 kamera). Risikonya, jika drive kedua gagal selama proses rebuild setelah kegagalan pertama, semua data akan hilang. Rebuild untuk drive berkapasitas besar (8 TB+) dapat memakan waktu 12 hingga 24 jam, dan selama itu array berada dalam kondisi rentan.
RAID 6: Dua Drive Paritas
RAID 6 menggunakan kapasitas setara dua drive untuk paritas, sehingga array dapat bertahan dari dua kegagalan drive secara bersamaan. Kapasitas efektifnya adalah (N-2) x ukuran drive. Enam drive 8 TB dalam RAID 6 menyediakan 32 TB kapasitas efektif (4 x 8 TB). RAID 6 direkomendasikan untuk sistem dengan lebih dari 4 drive dan untuk penerapan enterprise yang tidak dapat menoleransi kehilangan data. Perlindungan paritas ganda ini sangat berharga selama operasi rebuild: jika drive kedua gagal saat array sedang melakukan rebuild dari kegagalan pertama, RAID 6 tetap beroperasi normal, sedangkan RAID 5 akan kehilangan semua data.
RAID 10: Stripe dengan Mirror
RAID 10 menggabungkan mirroring (RAID 1) dengan striping (RAID 0). Setiap drive dicerminkan, sehingga memberikan performa baca/tulis tertinggi dan kemampuan bertahan dari beberapa kegagalan drive selama tidak ada pasangan mirror yang kehilangan kedua drivenya. Kapasitas efektifnya adalah 50 persen dari total kapasitas raw: empat drive 8 TB menyediakan 16 TB kapasitas efektif. RAID 10 menawarkan performa tulis terbaik, yang penting untuk sistem dengan jumlah kamera besar yang menghasilkan beban tulis berat. Konsekuensinya, Anda kehilangan separuh kapasitas raw. Konfigurasi ini biasanya digunakan pada server NVR enterprise berperforma tinggi, ketika kecepatan tulis menjadi hambatan.
Hot Spare
Hot spare adalah drive yang terpasang di dalam array dan berada dalam keadaan siaga hingga ada drive yang gagal. Pada saat itu, pengontrol RAID secara otomatis mulai melakukan rebuild ke hot spare tanpa campur tangan manusia. Hal ini memperkecil rentang waktu kerentanan. Untuk setiap array RAID 5, hot spare sangat direkomendasikan. Untuk sistem yang sangat kritis, konfigurasikan satu hot spare untuk setiap 4 hingga 6 drive aktif. Hot spare menempati satu bay drive dan kapasitasnya tidak tersedia untuk penyimpanan, jadi perhitungkan hal ini dalam perencanaan kapasitas Anda.
Saat menghitung total kebutuhan penyimpanan raw, ambil kebutuhan penyimpanan efektif Anda lalu kalikan dengan faktor overhead RAID: RAID 5 = efektif x (N / (N-1)), RAID 6 = efektif x (N / (N-2)), RAID 10 = efektif x 2. Kemudian tambahkan satu drive untuk setiap hot spare.
Penyimpanan Cloud vs On-Premise
Pilihan antara penyimpanan cloud dan on-premise untuk rekaman CCTV melibatkan pertimbangan biaya, bandwidth, keandalan, dan kendali. Tidak ada opsi yang secara universal lebih baik; pilihan yang tepat bergantung pada jumlah kamera, persyaratan retensi, konektivitas internet, dan preferensi operasional Anda.
Penyimpanan On-Premise
Penyimpanan on-premise menggunakan NVR (Network Video Recorder) atau sistem VMS berbasis server dengan hard drive lokal. Biaya awalnya lebih tinggi, karena Anda membeli perangkat keras, drive, dan pengontrol RAID jika ada, tetapi biaya berkelanjutannya minimal (listrik dan penggantian drive sesekali). NVR 16 kamera tipikal dengan 4 x 8 TB drive pengawasan berharga $1.500 hingga $3.000 untuk perangkat kerasnya dan menyediakan 24 TB penyimpanan RAID 5 efektif tanpa biaya bulanan.
Sistem on-premise tidak bergantung pada konektivitas internet. Jika internet Anda terputus, perekaman tetap berlanjut tanpa gangguan. Hal ini menjadikan on-premise pilihan utama untuk aplikasi keamanan penting yang kesinambungan rekamannya tidak boleh terganggu. Kelemahannya, sistem on-premise rentan terhadap ancaman fisik: kebakaran, banjir, pencurian, atau vandalisme di lokasi dapat menghancurkan kamera sekaligus rekaman yang tersimpan.
Untuk sebagian besar instalasi dengan 8 kamera atau lebih dan retensi 30+ hari, penyimpanan on-premise tetap menjadi opsi yang paling hemat biaya. Total biaya kepemilikan selama 5 tahun biasanya 60 hingga 80 persen lebih rendah dibandingkan penyimpanan cloud yang setara.
Penyimpanan Cloud
Penyimpanan CCTV berbasis cloud menghilangkan kebutuhan perangkat keras di lokasi dengan mengalirkan rekaman ke pusat data jarak jauh. Penyedia seperti Verkada, Rhombus, Eagle Eye Networks, dan lainnya menawarkan model camera-as-a-service dengan biaya bulanan per kamera yang sudah mencakup penyimpanan cloud. Biaya tipikal berkisar antara $10 hingga $30 per kamera per bulan untuk retensi cloud selama 30 hari, dan meningkat untuk periode retensi yang lebih lama.
Keunggulan utama penyimpanan cloud adalah redundansi di luar lokasi: rekaman tetap aman meskipun lokasi fisiknya hancur. Sistem cloud juga menyederhanakan pengelolaan banyak lokasi, dengan menyediakan satu antarmuka untuk mengakses rekaman dari semua lokasi. Akses jarak jauh berjalan mulus karena rekaman sudah berada di cloud.
Kendala utamanya adalah bandwidth. Satu kamera 4MP H.265 pada 3 Mbps memerlukan bandwidth unggah sekitar 2,8 GB per jam. Enam belas kamera dengan laju ini memerlukan kecepatan unggah berkelanjutan sebesar 48 Mbps, yang melebihi kapasitas unggah banyak koneksi internet komersial. Penyimpanan cloud juga menimbulkan biaya berulang yang terus menumpuk seiring waktu: sistem 32 kamera dengan tarif $20 per kamera per bulan menghabiskan $7.680 per tahun, yang melampaui biaya perangkat keras on-premise dalam 12 hingga 18 bulan.
Pendekatan Hybrid
Pendekatan hybrid menggabungkan perekaman on-premise dengan backup cloud selektif. Semua kamera merekam secara lokal ke NVR selama periode retensi penuh. Kamera penting (pintu masuk, ruang kas, area bernilai tinggi) secara bersamaan mengunggah ke cloud, baik sebagai streaming kontinu maupun dipicu oleh gerakan dan kejadian alarm. Cara ini memberikan efisiensi biaya penyimpanan lokal sekaligus perlindungan di luar lokasi dari backup cloud untuk rekaman yang paling penting.
Banyak platform NVR dan VMS modern mendukung operasi hybrid secara bawaan. Anda dapat mengonfigurasi aturan seperti "unggah ke cloud 60 detik terakhir sebelum dan sesudah setiap kejadian gerakan pada kamera pintu masuk" atau "backup semua rekaman dari kamera ruang kas ke penyimpanan cloud setiap hari." Pendekatan selektif ini menekan kebutuhan bandwidth hingga hanya sebagian kecil dari perekaman cloud penuh, sekaligus melindungi rekaman yang paling penting.
Tips Optimasi Penyimpanan
Perhitungan mentah memberi Anda kebutuhan penyimpanan maksimum untuk perekaman kontinu. Dalam praktiknya, beberapa teknik optimasi dapat mengurangi konsumsi penyimpanan aktual sebesar 30 hingga 70 persen tanpa mengorbankan efektivitas keamanan. Terapkan strategi ini untuk menekan biaya perangkat keras dan memperpanjang periode retensi dengan kapasitas penyimpanan yang sudah ada.
Perekaman Berbasis Gerakan
Alih-alih merekam 24/7, konfigurasikan kamera agar hanya merekam saat gerakan terdeteksi. Kamera lorong yang menangkap aktivitas selama 4 dari 24 jam dapat mengurangi konsumsi penyimpanannya sekitar 83 persen. Sebagian besar NVR mendukung buffer pra-kejadian (merekam 5 hingga 10 detik sebelum gerakan terdeteksi) untuk memastikan Anda menangkap awal setiap kejadian, bukan hanya bagian tengahnya. Perekaman berbasis gerakan ideal untuk area dengan lalu lintas rendah seperti lorong, gudang, tangga, dan kamera perimeter. Hindari perekaman khusus gerakan pada kamera penting (pintu masuk, POS) yang rekaman kontinunya mungkin diperlukan untuk investigasi.
Perekaman Terjadwal
Untuk bisnis dengan jam operasional tetap, jadwalkan kamera agar merekam secara kontinu selama jam kerja dan beralih ke perekaman khusus gerakan di luar jam kerja. Gedung perkantoran yang beroperasi 10 jam per hari dengan perekaman khusus gerakan selama 14 jam sisanya dapat mengurangi penyimpanan sebesar 40 hingga 50 persen dibandingkan perekaman kontinu 24 jam. Buat jadwal yang berbeda untuk kelompok kamera yang berbeda: kamera eksterior sebaiknya selalu merekam secara kontinu untuk keamanan perimeter, sedangkan kamera kantor di dalam gedung dapat mengikuti jadwal kerja.
Variable Bitrate (VBR)
Encoding variable bitrate menyesuaikan bitrate secara dinamis berdasarkan kompleksitas adegan. Kamera yang mengamati lorong statis tanpa gerakan menggunakan bitrate sangat rendah (0,5 hingga 1 Mbps), tetapi naik ke bitrate penuh (4 hingga 6 Mbps) saat ada orang yang lewat. Dalam periode 24 jam, VBR biasanya menghasilkan data 30 hingga 50 persen lebih sedikit dibandingkan encoding constant bitrate (CBR). Sebagian besar kamera modern mendukung VBR secara default. Pastikan NVR atau VMS Anda dikonfigurasi untuk menerima stream variable bitrate, karena beberapa sistem lama memerlukan CBR.
Perekaman Dual-Stream (Sub-Stream)
Sebagian besar kamera IP mengeluarkan dua stream secara bersamaan: main stream beresolusi tinggi (untuk perekaman) dan sub-stream beresolusi rendah (untuk tampilan langsung). Konfigurasikan NVR Anda agar menggunakan sub-stream untuk pemantauan langsung dan main stream untuk perekaman. Beberapa sistem canggih melangkah lebih jauh dengan merekam sub-stream untuk kamera yang tidak kritis dan beralih ke main stream hanya saat gerakan terdeteksi atau alarm terpicu. Cara ini mengurangi penyimpanan untuk kamera yang sedang tidak ada aktivitas sebesar 80 hingga 90 persen, sambil tetap mempertahankan perekaman resolusi penuh untuk kejadian yang penting.
Teknologi Smart Codec
Produsen kamera telah mengembangkan peningkatan encoding eksklusif yang melampaui kompresi H.265 standar. H.265+ dari Hikvision, Smart H.265+ dari Dahua, dan Axis Zipstream adalah contohnya. Teknologi ini menganalisis setiap frame dan menerapkan kompresi maksimum pada area latar belakang yang statis, sambil mempertahankan detail pada objek bergerak dan area yang menjadi perhatian (region of interest). Dalam praktiknya, teknologi ini dapat mengurangi penyimpanan sebesar 50 hingga 70 persen tambahan dibandingkan encoding H.265 standar. Jika kamera dan NVR Anda mendukung smart codec ini, mengaktifkannya adalah salah satu langkah optimasi penyimpanan paling berdampak yang tersedia.
Artikel Terkait
Praktik terbaik untuk posisi dan sudut kamera
Panduan tata letak lengkap untuk penempatan kamera di toko ritel
Hitung jumlah kamera berdasarkan ukuran fasilitas dan zona
Hitung kebutuhan penyimpanan yang tepat untuk sistem CCTV Anda
Menyesuaikan bitrate secara dinamis. 30-50 persen lebih sedikit data dibandingkan CBR selama 24 jam.
Gunakan sub-stream untuk monitoring langsung dan main stream untuk perekaman.